Bismillah...
Hmm, blog ini udah kubuat sejak Oktober 2015, tapi baru mulai ngisi sekarang, itupun karena dapat tugas menulis artikel dari Kelas Menulis Online yang dibidani Mas Tendi Murti, hehehehe. :D
Oke, jadi tulisan pertama sekaligus tulisan untuk memenuhi tugas ya... Aku udah ketik beberapa hari yan lalu di Microsoft Word, tapi bau sekarang kuposting.

Alasanku Menulis... Hmmm

Aku baru saja bergabung di kelas menulis online. Baru saja pertemuan pertamanya tadi. Kupikir, langsung ke teknik, ternyata Mas Tendi yang jadi coach memotivasi dan mencoba membentuk pemikiran kami dulu. Materi yang disampaikan kece. Seperti korek yang memantik api. Tapi jujur, aku butuh hulu ledak. Mungkin ini seharusnya dari dalam diriku sendiri, hulu ledak itu seharusnya berasal dari diriku sendiri.

Ketika akan diberikan tugas aku semangat, dan cukup bertanya-tanya, “Apa kira-kira tugasnya ya?” Ya, dan kini aku akan menuntaskan salah satu tugas yang diberikan Mas Tendi. Buat artikel bertema “alasan nulis untuk apa?”. Hmm, artikel. Yang aku ketik sekarang ini dibanding artikel lebih mirip catatan harian. Tapi tak apalah, aku ingin menulis seperti ini saat ini, lagipula disuruh diposting di blog.

Jadi kupikir-pikir, alasan menulisku untuk apa? Biar kuingat-ingat dulu. Mulanya aku menulis diary, aku ingin masa kecilku terekam dalam catatan. Sehingga pengalaman yang terlupa bisa untuk aku kenang. Aku juga ingin menyampaikan pikiranku, uneg-unegku.  Lanjut, kemudian aku tertarik untuk menulis fiksi, cerpen, atau puisi. Aku suka itu sejak kecil. Aku sering membaca novel, cerpen-cerpen, juga puisi-puisi yang berhasil “membawaku ke dimensi lain dan ke suatu nuansa”. Makanya, karena itu aku juga ingin mencipta puisi dan cerpen. Tapi semangat menulisku payah. Aku baru tekun saat menulis diary, hahah. Saat gabung di pers kampus, aku mulai belajar tentang tulisan-tulisan yang lain. Aku mulai sering buat liputan, sesekali menulis feature, resensi, dan sebagainya. Aku juga beberapa kali membuat opini. Aku ingin menyampaikan uneg-unegku, pikiranku. Aku ingin memberitahu orang-orang tentang suatu kejadian yang aku ketahui, dan memberikan pandanganku tentang itu. Agar mereka juga jadi tahu, dan membaca pendapatku. Syukur-syukur mereka setuju. Tapi dari sekian opini yang kukirimkan ke Koordinator Liputan ataupun Redaktur di pers kampus tempatku bernaung, tak ada satupun yang layak, hehehehe. Jadinya aku hanya menyampaikan pemikiranku lewat lisan, atau media sosial, itupun jarang.

Aku pernah merenung, dan mencoba untuk mengatur kata-kataku jika ada seorang kawan yang bertanya, “Kamu ingin tulisanmu bagaimana?” Maka aku mau jawab, aku ingin tulisanku itu bisa membawa perubahan. Aku ingin orang-orang tersentuh saat baca tulisanku, bisa belajar dari tulisanku dan mendapatkan sesuatu dari tulisanku, bisa merasakan marah, sedih, haru, ataupun senang saat baca tulisanku. Aku ingin bisa menggerakkan layaknya tulisan penulis-penulis hebat, misalnya Andrea Hirata. Senang sekali jika apa yang kutulis, kubagikan, akan menjadi ilmu bagi orang lain. Bisa jadi amal jariyah, pahalanya mengalir...

Aku juga suka kata-kata Pramoedya Ananta Toer, “Menulislah, karena tulisanmu akan abadi, jauh, jauh di kemudian hari.”  Kupikir, dengan tulisan, itu bukti aku ada. Bahkan saat sudah jauh di kemudian hari pun, bukti aku ada kemungkinan masih kan ada. Hasil ide atau pemikiranku masih kan bisa dibaca. Salah satu alasanku menulis juga karena aku ingin sok eksis, haahaha, tapi kata Mas Tendi, kalau ingin macam itu mending ngerjain yang lain aja. Betul juga, aku mesti ngilangin alasanku yang itu. Lebih meluruskan niat lagi.

Tapi yah, kadang agak ragu juga untuk menulis atau membagikan sesuatu. Nantinya malah menghasilkan keburukan bagi orang lain, dan itu disebabkan karena tulisanku...!  -_-

Mungkin tulisan di atas sudah bisa melepaskan dari kewajiban tulisan “alasan nulis pingin apa” ya? Oiya, ada satu lagi sebenarnya. Alasanku menulis. Aku ingin bisa menang lomba nulis, atau tulisanku masuk ke media (selain media kampusku), menyenangkan bisa nambah uang saku kalau menang atau dimuat di media luar. Tapi aku baru sekali menang lomba puisi, tulisanku di media, Alhamdulillah sudah ada beberapa dalam bentuk liputan kampus.

Ya, sekian dulu dariku... Berkat tugas ini, aku bisa melihat ulang lagi dan megingat lagi, apa sih alasanku nulis?


-Lantai sejuk, 24/05/16, 01.45

0 Komentar