CBS Alarm, Kreatifitas Lulusan Teknik Mesin Unand

Semakin hari semakin banyak kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Tak terkecuali di kampus Limau Manis, Universitas Andalas pun juga telah terdapat beberapa kali kejadian mahasiswa yang kehilangan motornya. Hal tersebut mendorong Mulya Cipta N., Ahmad Bukhari, serta Syaderly Isroq untuk membuat alarm anti maling. Ide tersebut mulai terpikir oleh ketiga fresh graduate jurusan Teknik Mesin Universitas Andalas itu sejak bulan November lalu.

Ahmad Bukhari yang biasa disapa Bukhari menuturkan, “Kami terkejut ketika parkir di kawasan kampus menggunakan kartu, karena katanya banyak curanmor. Nah, oleh karena itu kami buatlah alarm motor yang harganya terjangkau,” ujarnya. Sistem parkir di Unand kini memang menggunakan sistem parkir tertutup dengan peminjaman kartu pada setiap kendaraan roda dua yang hendak parkir di kawasan kampus. Langkah ini diberlakukan pihak kampus untuk meminimalisir curanmor di Unand.

Selanjutnya Bukhari mengatakan bahwa mereka ingin membantu kawan-kawannya. “Kasihan saja, padahal mereka niatnya ke kampus ingin kuliah, namun motornya malah hilang. Padahal harga motor tidak murah,” jelas Bukhari. Selain itu keinginan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat ketika kuliah semakin mendorong mereka bertiga untuk membuat alarm anti maling tersebut.



Cipta, Bukhari, serta Syaderly kompak untuk menamakan alat mereka ini dengan nama CBS Alarm, sesuai dengan inisial nama panggilan mereka masing-masing. Pada mulanya mereka berniat ingin membuat alarm seperti yang biasa digunakan di mobil, namun urung dan akhirnya membuat alarm yang lebih sederhana. Hal ini bertujuan agar harga jual dapat lebih murah dan terjangkau oleh kantong mahasiswa.

Sistem penggunaan dari alarm anti maling ini cukup sederhana. Setelah mengunci motor, alarm yang sebelumnya telah diinstalasi kemudian diaktifkan dengan menekan tombol kecil yang terdapat pada komponen alarm. Jika motor tersebut nantinya dicoba untuk dihidupkan secara paksa oleh maling, maka alarm secara otomatis akan mengeluarkan bunyi nyaring yang akan menarik perhatian orang sekitar.

Tak hanya mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah, serta ikut menjawab keresahan orang-orang dengan maraknya kasus curanmor. Cipta, Bukhari dan Syaderly berhasil melihat peluang usaha. CBS Alarm bisa didapatkan hanya dengan harga Rp30.000. Harga tersebut pembeli akan mendapatkan komponen alarm sekaligus pemasangan pada motornya. Dari masalah yang ada, timbul ide-ide sebagai solusi pemecahannya. Tentunya hal ini mesti dikembangkan dan semakin didorong ke depannya.


Zikra Delvira (Anggota UKPM Genta Andalas, Unand)

0 Komentar