Salam Karang,
Sudah lama aku tak bercerita.

Tadi sore kotaku hujan. Menyisakan hawa dingin. Bagaimana dengan kotamu yang jauh? Musim apa sedang membayang di pelupuk mata penduduk sana? Samakah dengan musim di kotaku?

Aku ingin menceritakan padamu tentang seseorang.
Seorang kawan, bernama Sea. Ia pernah berkata padaku:
Dulu, mungkin ketika Timun Mas belum menjadi seorang anak perempuan dan hanya sebenih ketimun, saya berpikir bahwa 'liputan' menjadi salah satu jenis tulisan yg gampang dibuat. Penuhi unsur 5W+1H, lalu copast saja apa yang dikatakan narasumber. Tidak seperti cerpen yg perlu imajinasi, feature yg perlu deskripsi, apalagi artikel ilmiah yg wajib penelitian. Dengan pikiran seperti itu saya terperangkap menjadi jurnalis juru ketik, sebatas tukang ketik, penyambung omongan orang, minim verifikasi. Tapi Paman Kovach menyadarkan saya. Liputan itu perlu diverifikasi, perlu dicek dan dianalisa: apakah benar demikian? Apakah narasumber saya mengatakan yg sebenarnya? Apakah narasumber saya sudah mengetahui yang sebenarnya? Lalu saya kemudian tahu, menjadi jurnalis -apalagi meliput hal yg berkaitan dgn politik, hegemoni, dan uang-tidak sebercanda itu."

Namanya Sea, yg berarti lautan.

Salam
Utara

0 Comments