Dok. Pribadi


Data Pribadi
Nama : Azmul Pawzi
Hobi : Membaca dan Menulis

Pengalaman Organisasi
- Ketua FSLDK Sumbar 2017-2018
- Wakil Koordinator FIM Sumbar 2015/2016
- Koordinator Komisi A FSLDK Sumbar 2014/2017
- Dewan Penasihat Pengurus LKEi FE Unand 2014/2015
- Staff PSDM BEM KM Unand 2014/2015
- Koordinator Program Osis Binaan Forum Indonesia Muda Sumbar 2013/2014
- Koordinator SDI LKEi FE Unand 2013/2014
- Koordinator PSDM AMA Unand 2012/2013
- Wakil Ketua Young Leader College PSDM BEM KM Unand 2012/2013
- Dewan Musyawarah Rohis SMAN 101 Jkt 2012
- Dewan Pelatih Merpati Putih SMAN 101 Jkt 2011/2012
- Publikasi Jurnalistik Siswa (Astek) SMAN 101 Jakarta 2010/2011
- Sekretaris Bidang Kedisiplinan OSIS SMAN 101 Jakarta 2009/2010
- Remaja Masjid Al-Hasanah 2009/2012
- Ketua Bidang Bela Negara OSIS SMPN 215 Jakarta 2006/2007
Pengalaman Kepanitiaan
- Ketua LKMM Se-Indonesia 2015
- Ketua PPU KM Unand 2013/2014
- Acara Kreatif Forum Indonesia Muda 2016
- dll

Prestasi :
- Bintang Aktivis Kampus Unand 2017
- Juara 1 Debat Se-Sumatera Barat 2015
- Mewakili Kontingen Sumbar dalam Lomba Debat Se-Sumatera Di Medan 2015
- Puisi Terbaik Genta Andalas Award 2015
- Juara 2 Debat Politik Pesta Rakyat Mipa 2014
- Juara 1 (Best Male) Andalas Young Islamic Leader 2013
- Delegasi Forum Indonesia Muda Tingkat Nasional 2013
- Juara Nasyid 2 Asrama Universitas Andalas 2012
- Juara 3 Pencak Silat Se-Jakarta Barat 2011
- Juara 3 Pencak Silat Se- Jabodetabek 2010
Lain-Lain:
- Penulis Buku “Sewindu Menata Rindu” (Telah di pasarkan secara nasional dan tersebar dari Aceh hingga Papua)

Jejaknya
Azmul Pawzi, begitu nama lengkap dari lelaki yang hobi membaca dan menulis ini. Ia merupakan penulis muda Sumatera Barat yang beberapa bulan lalu baru saja menerbitkan buku perdananya. Jika biasanya karya penulis pemula banyak yang hanya diterbitkan secara indie, karya pertama Azmul malah sudah diterbitkan oleh salah satu penerbit mayor pada Agustus 2017 lalu.

Menjadi kebahagiakaan tersendiri bagi Azmul dengan beredarnya buku karyanya tersebut. Hal itu disebabkan saja karena ayah dan ibunya sangat senang mengetahui buku tulisan sang anak akan dipasarkan secara nasional.

Buku dengan tajuk ‘Sewindu Menata Rindu’ tersebut merupakan kumpulan karya Azmul berbentuk prosa cerpen, puisi, dan berbagai tulisan yang mewakili setiap renungan kehidupannya. Azmul menuturkan bahwa buku perdananya itu merupakan cara baginya untuk menginterpretasikan rindu dalam setiap lingkupnya.
“Rindu begitu kompleks, ia begitu luas hingga dapat hadir pada tiap interaksi yang kita lakukan,” tutur Azmul.

Tak hanya hobi menulis, Azmul piawai berorganisasi. Hal ini dibuktikan dengan bermacam organisasi yang diikutinya sejak masa sekolah. Bagi lelaki yang bercita menjadi dosen ini, organisasi membuatnya dapat memanajemen waktunya dengan baik.
“Simpelnya, kita membuat daftar pekerjaan yang harus kita lakukan lalu menentukan hal apa yang prioritas. Dibagi dalam hal mana yang mendesak dan tidak mendesak,“ ungkap Azmul.
Azmul juga memanfaatkan organisasi untuk memperluas jaringan, dan menambah berbagai soft skill seperti public speaking, kerjasama tim, leadership, dan lainnya. Apalagi sejak kuliah di Jurusan Ilmu Ekonomi, Universitas Andalas. Seiring waktu makin banyak organisasi yang diembannya, baik intra maupun ekstra kampus. Pun kini ia sedang diamanahkan jabatan sebagai Ketua FSLDK Sumbar periode 2017-2018.
“Yang terpenting dengan berorganisasi kita bisa berkontribusi lebih banyak untuk kebermanfaatan sekitar,” ujar lelaki kelahiran Jakarta tersebut.

Tak hanya aktif organisasi, prestasi pemuda yang pernah menjadi pembina asrama Universitas Andalas ini pun, menunjukkan ia mempunyai talenta di beberapa bidang. Dirinya pernah mengikuti kompetisi pencak silat, membuat puisi, debat, serta bernasyid.

Dengan berbagai kesibukan itu, Azmul tetap tak melupakan akademik. Hal ini dibuktikan dengan dirinya yang dipercaya menjadi asisten dosen Fakultas Ekonomi pada 2015-2016. Ia juga berencana untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Beberapa waktu lalu ia pun sudah menamatkan pendidikan strata satunya.



Lingkungan sangat mempengaruhi diri Azmul untuk berprestasi dan menebar manfaat. “Jika lingkungan sekitar positif, maka kita juga akan terdorong untuk melakukan hal-hal positif,” pungkasnya. Bagi Azmul, motivasi awal dirinya ialah ingin membuat orangtuanya bangga. Selanjutnya ia ingin menebarkan inspirasi untuk sekitarnya. Karena itulah ia kemudian mempunyai jargon #MelangkahMenginspirasi

0 Komentar