Sempat nggak sih terpikir untuk nggak tinggal di Indonesia? Atau merasa under estimate sama negara sendiri?

Apalagi berita di TV atau internet juga banyak yang negatif. Meski tidak semua media yang menganut hal ini, namun di jurnalistik ada ungkapan: bad news is a good news. Berita buruk adalah berita yang bagus, karena akan laku. Orang-orang cenderung akan teralihkan perhatiannya pada permasalahan. Sementara hal-hal baik, ya mungkin karena sudah berjalan seperti seharusnya, ya ngapain diberitain lagi? Mungkin ada yang beranggapan begitu.

Efeknya akan membal. Info negatif membuat diri juga terpapar aura negatif. Selain berpotensi menjadi pesimis dan jengkel, juga dapat membuat kita jadi ikut arus ke hal-hal buruk tersebut dan menganggap itu sebagai suatu hal yang lumrah.

Kamu bisa baca artikel di www.goodnewsfromindonesia.com untuk mendapatkan berbagai berita-berita positif, sebagai penyeimbang dari berita di media mainstream. Nah, dan aku juga membuat catatan, lebih tepatnya juga sebagai pengingat, bahwa sebenarnya Indonesia juga negara yang asyik. Ada 6 hal yang ditulis, jika kamu juga punya hal asyik lainnya, bisa tulis di kolom komentar ya..


1.       Biaya hidup murah

Jangan ngadi-ngadi! Makin hari yang ada biaya tu makin mahal, Kisanak!

Benar sih kalau dimana-mana biaya hidup makin tinggi, inflasi. Beras makin mahal, minyak tanah, gas, delele. Namun coba bandingkan dengan biaya hidup di negara lain. Tidak usah jauh-jauh ke Eropa, biaya hidup di Korea Selatan sebagai sesama negara di Asia saja cukup tinggi lho.

Dilansir dari berbagai sumber, untuk mahasiswa saja membutuhkan biaya hidup sekitar 3-4 juta rupiah sebulan. Hal ini setara dengan besaran UMR karyawan di Indonesia.

Ya itu seimbang lah, biaya hidup tinggi pastinya pendapatan ataupun UMR mereka juga lebih tinggi di atas kota-kota Indonesia.

Bener juga sih, tapi kalau diambil analoginya, pemuda Korea kini makin banyak yang menunda menikah ataupun memilih untuk tidak menikah. Menurut mereka membangun rumah tangga akan membutuhkan biaya yang besar.

Di sana, terdapat tren shibal biyong dimana para pemuda dari kelas menengah menghamburkan uang dan gaji mereka untuk bersenang-senang. Karena menurut mereka tak mungkin menyiapkan uang yang cukup karena mahalnya biaya membeli properti, mobil, ataupun menyiapkan dana pensiun.

Bagaimana dengan di Indonesia? Aku malah pernah dengar jargon seperti ini: biaya hidup itu murah, gaya hidup yang mahal.

 
Cuaca bersahabat

Meski berada di khatulistiwa, tapi panas di Indonesia masih dapat dimaklumi dibanding musim panas di negara-negara beriklim sub-tropis dan iklim sedang.

Jika rata-rata di Indonesia memiliki suhu belasan hingga 37 derajat celcius. Di negara lain suhu bisa mencapai minus 30 derajat di musim dingin, ataupun di puncak musim panas mencapai 55 derajat.

Di Indonesia orang tidak akan mati kedinginan karena tidur di luar saat malam hari. Tidak perlu untuk mengganti dreescode sesuai musim. Rumah bisa dibangun dengan sederhana karena tak akan ada badai salju yang menyerang.

 

3.       Kolam susu

 Indonesia subur dan banyak pohon yang bermekaran dan berbuah. Apalagi di hutan-hutan bisa kamu temukan pohon tak bertuan yang bisa dipetik buahnya dan dikonsumsi.

Entah itu musim kemarau atau hujan, tapi kita akan bisa mendapatkan buah sepanjang tahun. Jika di bulan ini  bisa makan durian, bulan besok bisa makan rambutan, mangga. Apalagi buah-buahan lokal, selain lebih sehat karena minim bahan kimia dibanding buah impor, kita juga akan berkontribusi untuk pertanian Indonesia.

 

4.       Gampang untuk halan-halan

Yups, tiap provinsi di Indonesia memiliki tempat menarik. Tiap provinsi di Indonesia mempunyai garis pantai dan mempunyai gunung atau bukit. 

Kita bisa ke laut untuk berenang, berselancar, menyelam, atau sekedar duduk di pantai dan minum air kelapa. Atau ke gunung, duduk di padang edelweiss, berkemah, melihat lautan awan dan sunrise dari puncak.

 

Pergi ke air terjun juga seru, atau sungai, atau museum yang rata-rata harga tiketnya Rp20.000 ke bawah. Menikmati kuliner di kala pagi hingga pagi lagi atau sekedar keliling-keliling kota dan melihat budaya.

Banyak dari wisata tersebut yang bisa didapat dengan harga terjangkau. Keunggulan pariwisata Indonesia, selain banyak tempat-tempat keren, biaya yang diperlukan juga terjangkau. Hal ini sudah diketahui hingga ke negara-negara lain. Eits, bagi yang suka halan-halan mevah tentu juga bisa mendapatkannya.

 
Mengenal orang-orang dan belajar berbagai macam kebudayaan

Banyak negara-negara di dunia yang hanya terdiri dari satu suku dan mereka hidup dengan budaya yang homogen. Di Indonesia setidaknya ada ratusan suku yang berbeda. Bergeser sedikit dari provinsi yang didiami, bisa membuat kita tahu dan merasa takjub dengan kebudayaan-kebudayaan suku lain yang menurut kita unik.

Kamu nggak perlu paspor untuk bisa mengunjungi berbagai daerah dan dapat kejutan-kejutan tentang kebiasaan dan budaya masyarakatnya. Mulai dari kulinernya, bentuk rumah tradisionalnya, upacara-upacaranya, tata cara yang dilakukan sehari-hari, hingga pakaiannya.

Di sudut Sumatera Utara kamu masih bisa nemuin inang-inang yang mengunyah sirih, dan memakai tudung ulos pada kepala mereka. Di Banten kamu bisa lihat laki-laki yang memakai blus dan bertelekung dan memakai bawahan seperti rok. Di Jawa kamu bisa lihat mbah-mbah yang pakai kebaya, bersanggul, berkain jarik.

Mengenal dan mempunyai teman dari berbagai tempat itu jadi keasyikan tersendiri. Keheterogenan Indonesia ini perlu dirayakan, hip hip horeee.

 
Tingkat kepedulian tinggi

Kamu tidak akan diabaikan ketika menanyakan jalan kepada orang yang lewat. Andaikan kamu orang asing sekalipun dan tidak bisa berbicara Bahasa. Lalu kamu menanyakan jalan pada orang yang juga tak mengerti bahasa asing. Kamu tidak akan ditinggalkan atau diperlakukan dengan dingin. Ingat dengan video lucu viral siswa SMP yang diisengi oleh seorang laki-laki? Si laki-laki berpura-pura menjadi turis Thailand dan bertanya pada siswa tersebut, Meski tak mengerti, namun siswa SMP itu mencoba menjawab dengan ramah dan tak mengabaikannya begitu saja.

Kamu bisa temukan berbagai macam komunitas sosial dan organisasi kemanusiaan. Mulai dari yang dijalani secara swadaya oleh anak muda, hingga yang professional dan sudah mempunyai sistem bagus.

Akun instagram @idvolunteering saja memiliki ribuan pengikut dan sering update berbagai info tentang kebutuhan akan relawan di berbagai bidang.

Platform penggalangan dana baik secara offline dan online pun bertebaran, sebut saja:  Kitabisa, SharringHappiness, GandengTangan, Indorelawan, Kolase, BenihBaik, PeduliSehat, WeCare.Id, Aksi Cepat Tanggap, dan masih banyak yang lainnya.



Itu dia 6 hal pengingat bahwa ternyata hidup di Indonesia ini asyik kok. Meski terdapat permasalahan, namun selalu ada harapan yekan.. Hehehe

Baca juga: http://www.zikradelvi.com/2019/12/merayakan-dieng.html


                                                                           Salam,

                                                             

23 Comments

  1. Indonesia ini kaya kok. tinggal kitanya aja, mau mengksplore kekayaanya apa nggk. contohnya aja destinasi wisata, nggk perlu jauh2 deh, Indonesia aja udah indah banget kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betull banget kak, tiap provinsi punya pantai, makanan khas, budaya khas. kaya banget

      Delete
  2. Dulu sempet sih pingin selamanya di LN... Ntah karena kerasan atau karena dolarnya. Tapi, dipikir2 lagi, meski hidup di pedesaan kayake tetap tinggal di Indonesia dan berkarya itu indah. Pertengahan 2016 nekat deh pulang. Dan benar.... Enakan di Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerenn kak,, karena sempat keluar negeri jadi berasa kalau hidup di pedesaan itu jadi kemewahan tersendiri ya kak

      Delete
  3. Aku juga bangga hidup di Indonesia kak🤗 meski dulu ada angan² pindah kewarganegaraan di benua eropa😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehhee,, aku juga pernah punya angan2 jadi warga jepang.. tapi akhirnya kepikir lagi, mending di indo aja mah

      Delete
  4. Indonesia memang sesuatu banget, bangga deh jadi warganegara

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah meskipun yang lain menarik. Tapi Indonesia udah paling bikin jatuh cinta. Kalau disuruh milih, maunya di Indonesia aja. Meskipun gabisa liat salju hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiya kak,,hehhee.. Kalau ada salju, kita buang sampah ke luar aja jadi harus pake baju tebel2 banget, hehe

      Delete
  6. Tingkat kepedulian tinggi mungkin di daerah2 yang interaksi sosialnya masih kental masih bagus ya, tp kl yang tinggal di apartemen2 n kondominium di kota2 besar, sepertinya udah serbaindividualis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaps, iya juga ya kak,,, Tapi paling nggak masih ada yang care, mungkin temannya yang tinggal di kecamatan sebelahnya, hihi

      Delete
  7. Kalo aku, makanannya kak..
    Makanan Indonesia enak-enak. Bahkan rendang dinobatkan jadi makanan terenak nomer 1. Kereeen

    ReplyDelete
  8. makan enak, hidup dengan masyrakat ramah banget pokoknya untung deh tinggal di indo

    ReplyDelete
  9. Yuni sih belum punya perbandingannya ya. Paling nggak yuni mencintai alam indonesia. Nggak perlu belibet dengan bahasa juga.

    Tapi pingin juga tinggal di LN meski hanya sebentar.

    *Dasar warga durhaka.
    Hehehe

    ReplyDelete
  10. Saya pernah dengar cerita dr org2 yg tinggal di luar negeri, memang katanya Indonesia itu adalah negara paling ngangenin dengan segala kelebihan dan juga kekurangannya. Tp itulah indahnya indonesia ya kak, banyak hal positif yg nggk bakal ditemukan di negara2 lain yg cuma ada di Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kak,, segala sudut di bumi Tuhan ini mencengangkan

      Delete
  11. i love Indonesia. kaya dan beragam. g kepikiran pindah negara deh. di sini semuanya ada.

    ReplyDelete
  12. Pokoknya aku bangga banget lahir dan besar di Indonesia, apalagi abis baca ini, jadi tambah bersyukur, Indonesia tanah airku

    ReplyDelete