“Mending kita dulu tuh dijajah sama Inggris, bukan Belanda.”

Mahesa Institute

1.      6. Pembunuhan Masal di Asia dan Afrika

Di Afrika, 20.000 penduduk Kenya dibunuh dan disiksa di Kamp Konsentrasi Gulag milik Inggris saat terjadi pemberontakan Mau-Mau pada 1951-1960. Selain itu pada 1899-1902 masa perang Boer, sepanjang tahun tersebut Inggris memasukkan tawanan ke kamp konsentrasi dan menyiksa mereka. Setidaknya lebih dari 27ribu orang mati di kamp konsentrasi tersebut.

 

Sumber: Boombastis

Pada 1919, rakyat Amritsar di India melakukan demonstrasi secara damai menentang kolonialisasi Inggris. Aksi damai tersebut kemudian dibalas dengan tembakan beruntun oleh tentara selama 10 menit yang mengakibatkan 300-1000 orang meninggal dunia, sementara Brigadir Dyer yang memimpin tentara itu justru disanjung sebagai pahlawan oleh masyarat Inggris dan diberikan hadiah.

 

2.      7. Politik Apharteid di Afrika Selatan

Awalnya wilayah di semenanjung selatan Afrika ini, dijajah oleh Belanda. Karena kayanya sumber daya alam yang dimiliki, membuat Inggris tergiur untuk ikut menguasai sehingga berkobarlah Perang Boer 1899-1902.

 

Sumber: Rakan Indonesia

Perang Boer kemudian dimenang  Inggris. Perdana Menteri bernama Daniel Francois Malan bersikap rasis kepada penduduk asli Afrika Selatan (Suku Bantu). Saat itu penduduk juga dibagi ke dalam empat golongan. Golongan kulit putih atau bangsa Eropa sebagai kasta tertinggi, golongan Asia yang kebanyakan dari India dan Pakistan, golongan kulit berwarna atau berdarah blasteran, serta Suku Bantu. Hak pilih Suku Bantu dihilangkan, mereka juga dipaksa untuk tinggal di wilayah yang terpisah dan tidak boleh masuk ke lingkungan kulit putih kecuali jika ada izin khusus.

 

Sumber: DW

Hal ini menimbulkan gerakan-gerakan pemberontakan, salah satunya dipelopori African National Congress (ANC) yang dipimpin Nelson Mandela. Hingga akhirnya pada 1990, Inggris di bawah Perdana Menteri Frederik Willem de Klerk akhirnya menghapus politik apharteid tersebut. Nelson Mandela yang sebelumnya berada di penjara akhirnya dibebaskan dan menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan pada 1991.

 

3.      8. Berperan Atas Pecahnya Jazirah Arab

Jazirah Arab dulunya adalah suatu kesatuan yang dikuasai oleh Kusultanan Ottoman. Pada 1910 Ottoman mulai goyah dan menunjukkan kemunduran dengan dekadensi nilai-nilai Islam yang membuat kerajaan-kerajaan di Arab menjadi tidak simpatik pada kesultanan dan mulai melakukan perlawanan, ditambah kondisi antar klan yang justru saling berperang.

 

Hal ini dimanfaatkan Inggris dan Perancis yang ingin meluaskan pengaruhnya di Timur Tengah.  Inggris memasukkan pengaruh melalui Sharif Husein, gubernur Mekah yang ingin memberontak dari Ottoman dan ingin menjadi raja di jazirah Arab. Revolusi Arab pecah.

 

Sumber: MudhiatulFata

Inggris dan Perancis kemudian membagi-bagi kue kekuasaan mereka di jazirah Arab dengan Perjanjian Sykes-Picot. Terpecahlah jazirah Arab menjadi beberapa negara hingga sekarang. Dengan bagian Inggris di Irak, Yordania, dan Haifa. Lalu Perancis mendapat Suriah dan Libanon. Sementara Palestina akan dikontrol bersama.

 

4.      9. Deklarasi Balfour, Memberi Kuasa Yahudi di Tanah Palestina

Selanjutnya di tahun 1917, Inggris kemudian menandatangani Deklarasi Balfour dan memberikan hak kepada Yahudi di seluruh dunia untuk mendirikan negara zionis di Palestina. Hal ini menyebabkan hingga detik ini Palestina dijajah oleh Israel. Perjanjian Balfour sendiri ditandatangani tanpa kehadiran dan persetujuan dari bangsa Palestina sebagai pemilik tanah yang sah.

 

Sumber:  SalamUI

Inggris juga memfasilitasi migrasi Yahudi Eropa ke Palestina. Dengan cepat Yahudi kemudian mendirikan Negara Israel dan melakukan diskriminasi dan persekusi pada penduduk Palestina. Sadar bahwa apa yang dilakukannya salah, Inggris kemudian menyerahkan hal ini pada PBB. Namun konflik justru makin parah, di tahun 1948 Yahudi yang telah dilatih dan dipersenjatai Inggris dengan tujuan untuk membantu Inggris dalam Perang Dunia, justru melakukan pengusiran besar-besaran pada masyarakat Palestina yang berjumlah 750ribu jiwa. Hingga kini, senantiasa terjadi pelanggaran HAM besar-besaran pada masyarakat Palestina.

Sumber: Republika

 

5.      10. Menjarah Peninggalan-Peninggalan Berbagai Wilayah

Di Inggris banyak museum-museum terkenal, salah satunya adalah British Museum dengan 8 juta koleksi yang berasal dari berbagai benua. Selain diperoleh sebagai barang cinderamata para tokoh zaman dahulu, banyak juga koleksi museum-museum di Inggris yang merupakan barang curian dan jarahan dari wilayah asalnya.

 

Berikut daftar barang-barang jarahan tersebut dan negara yang menyatakan diri sebagai pemilik sahnya antara lain: Marmer Elgin (Yunani), Batu Rosetta dan gulungan papyrus (Mesir), benda perunggu (Nigeria), Tabut Ethiopia (Ethiopia), artefak emas dan perak kerajaan Achaemenid (Tajikistan), dan jutaan barang lainnya. Tak hanya museum Inggris, museum terkenal lainnya di Eropa dan Amerika Serikat juga senada.

 

Barang-barang itu dituntut untuk oleh negara asalnya agar dikembalikan, namun hanya sedikit yang akhirnya dikembalikan. Museum-museum itu keukeuh mempertahankan barang-barang tersebut.

 

Sumber: visitlondon

Itu dia sepak terjang Inggris di masa lalu. Meski banyak pencapaian di bidang ilmu pengetahuan, meski kini bekas koloni Inggris yaitu Australia menjadi salah satu negara yang banyak menerima pengungsi dari negara-negara lain. Negara ini juga mempunyai dosa di masa lalu. Bahkan di masa pemerintahan modern, pemerintahan Inggris masih turut bergabung dengan Amerika Serikat dalam aksi-aksi mereka. Seperti meruntuhkan rezim Saddam Husein yang difitnah mempunyai senjata nuklir serta menghancurkan Irak, Negeri Seribu Satu Malam. Di masa kini masih ada beberapa orang yang melakukan tindakan rasis kepada orang-orang Asia, khususnya sejak adanya pandemi covid ini. 

Kembali lagi ke pembuka tulisan ini: “Mending kita dulu tuh dijajah sama Inggris, bukan Belanda.”

Seharusnya dijajah tidak masuk ke dalam opsi. Masa depan kita tidak ditentukan oleh siapa yang dulu menjajah kita, tapi kita sendiri yang tentukan. 

 

Baca juga: http://www.zikradelvi.com/2021/03/10-sepak-terjang-inggris-di-masa-lalu-1.html

Sumber:

Tirto.id, Unej.com, Detik.com, Kumparan, Historia.id, Idn times, Wikipedia, wawasansejarah.com

2 Comments

  1. Betul mbak, apapun bentuk penjajahan itu tidak enak dan sakit, serta menimbulkan luka berkepanjangan. Semoga ke depannya tidak ada lagi bentuk penjajahan dalam bentuk apapun. Kita bisa merdeka untuk belajar dan mengeksplorasi diri.

    ReplyDelete
  2. Part 2 tambah bikin spaneng. Luar biasa kejatahan Inggris ini. Hampir semua suku dan ras dia hancurkan. Ya memang sih, mau dijajah siapapaun, Inggris kek, Belanda kek, sama-sama nggak ada baiknya. Setiap negara memang berhak menentukan masa depannya sendiri. Kalau negara Eropa suka menyinggung HAM, patut nih mereka dipertanyakan. Hehehe .

    ReplyDelete