Tak perlu menunggu untuk bisa menjadi cahaya
bagi orang-orang di sekelilingmu.
Lakukan kebaikan, sekecil apapun, sekarang juga.
-Andy Noya

Andy Flores Noya atau biasa disebut Andy F. Noya merupakan salah satu host di acara talk show yang mengangkat kisah inspiratif orang-orang dari berbagai penjuru. Beberapa tahun terakhir, karena dorongan kawannya, Andy pun berbagi kisah inspiratif mengenai kehidupannya yang dituangkan ke dalam biografi. Buku setebal tak kurang dari 418 halaman ini dituliskan oleh sahabat Andy sesama wartawan, Robert Adhi KSP. Dengan gaya penuturan “aku” sudut pandang orang pertama, pembaca bagai disuguhi seolah-olah memang Andy sendiri yang langsung menceritakan kisah hidupnya pada pembaca.



Layaknya biografi pada umumnya, awal buku ini mengisahkan masa kecil Andy di  Kota Surabaya. Darah Belanda mengalir di tubuhnya yang terlihat nyata dari bentuk fisik yang dimiliki dibanding anak-anak Jawa lain di sekitarnya. Hal itu membuat Andy kecil kerap dibully oleh kawan-kawannya, karena dianggap penjajah. Orang tua yang sempat berpisah, kehidupan sulit dengan ibu dan kedua kakaknya di Surabaya pun mewarnai tahun-tahun awal kehidupan Andy. Beberapa peristiwa membentuk karakternya, namun sebagian membawa trauma pada kehidupannya hingga masa kini, salah satunya adalah ketidaksukaannya pada acara ulang tahun. Ia pun sempat menjadi anak nakal yang sulit diatur. Namun meski begitu tak ketinggalan terdapat pula kisah-kisah indah nostalgia masa kecilnya, seperti menonton ludruk secara sembunyi-sembunyi bersama kawannya, dibelikan cat warna dan diperbolehkan melukis dinding rumah oleh ibunya, dipuji sebagai murid dengan tulisan yang bagus bahkan diramalkan oleh gurunya di kelas 4 SD bahwa ia cocok untuk menjadi wartawan, profesi yang akhirnya memang ditekuni Andy kini.

Pada usia sekitar 13 tahun Andy pindah ke Jayapura mengikuti ayahnya. Di kota tepi pantai ini ia menghabiskan masa remajanya, menjadi murid terpintar, menggemari dan menyaru bagaikan rocker yang sedang naik daun saat itu, hingga berprestasi di sekolah dengan aktif di berbagai kegiatan dan perlombaan.

            Perjalannya sebagai jurnalis dimulai saat ia berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Publisistik di Jakarta. Hampir saja ia tak diterima menjadi mahasiswa di sana, namun berkat kegigihannya dan ibunya akhirnya ia pun memperoleh kesempatan. Ia pernah menjadi wartawan proyek buku dari Tempo semasa masih kuliah, ditawari sebagai wartawan oleh berbagai media, seperti Bisnis Indonesia, Gatra, serta Media Indonesia milik Surya Paloh. Andy juga sempat mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Serta bertangan dingin saat menjabat sebagai pemimpin redaksi di Seputar Indonesia dan Media Indonesia.



            Tahun 2006 ia mulai menjadi host talkshow Kick Andy. Tayangan dengan tema human interest. Orang-orang inspiratif dari berbagai kalangan pernah diundangnya, mulai dari Sugeng seorang pembuat kaki palsu, Iwan Fals, Butet Manurung, dan banyak lainnya. Sebagai “getah” dari acara ini, Kick Andy Foundation pun berdiri, sebuah yayasan berbasis sosial yang bertugas menggalang dana dari donatur dan menyalurkannya.

Membaca buku ini seperti menyaksikan film kisah hidup Andy Noya serta sepak terjangnya. Yang plus dari buku ini, selain terdapatnya pelajaran hidup yang hikmahnya dapat disarikan dan diambil, pembaca mendapatkan flash back mengenai keadaan-keadaaan yang dulu terjadi di Indonesia. Baik itu ketika kerusuhan Mei 1998, kejadian bom di Jakarta pada tahun 2000, kejadian di Timor Timur ditulis yang sekilas dengan sudut pandang dan ketar-ketir khas jurnalis tentunya yang dialami oleh Andy Noya. Dalam buku ini penulis juga melengkapi dengan beberapa pengetahuan sejarah serta menyisipkankan cerita atau epos-epos dan dongeng seperti Mahabrata dan Lutung Kasarung yang menjadi kegemaran Andy.

Berbagai pengalaman lucu dan penceritaan yang aduhai membuat tiap bab selalu memupuk tawa pembaca. Seperti masa remajanya dengan dandanan yang menyaru bak rocker tahun 80-an, kisah cinta yang jenaka. Tak ketinggalan pengalamannya saat menumpangi kapal layar Dewa Ruci. Andy pernah kena ‘peluru kendali’ milik taruna kelautan saat berada di sekitar tiang utama kapal. Istilah peluru kendali digunakannya untuk membahasakan ‘muntah’.

Kekurangan dari buku ini, pada beberapa bab terlalu menonjolkan tentang Surya Paloh. Surya Paloh mempunyai hubungan erat dengan Andy sekaligus menjadi salah satu orang yang berpengaruh di hidup khususnya pada perjalanan karier jurnalis Andy. Namun di beberapa bab bagian akhir Surya Paloh bagaikan menjadi tokoh sentral dalam pengisahan, seperti mendetailkan apa yang dilakukan olehnya. Hal ini dapat membuat pembaca sejenak lupa dan akan merasa sedang membaca biografi Surya Paloh.

Namun secara keseluruhan buku ini begitu menarik. Dengan apik pun penulis menggunakan alur mundur pada beberapa bagian penceritaan sehingga pembaca tak dipusingkan dan segera menangkap bahwa tulisan yang dibacanya kembali ke zaman Andy kecil. Buku ini cocok dibaca oleh kalangan segala umur. Tak hanya untuk kalangan jurnalis saja, dimana semangat dan pemikiran idealis jurnalis yang dimiliki oleh Andy Noya tergambar, namun juga terdapat pesan-pesan kegigihan dan kesabaran dalam menjalani kehidupan.

Data Buku:
Judul               : Sebuah Biografi|Andy Noya, Kisah Hidupku
Penulis             : Robert Adhi KSP
Kategori          : Biografi
Penerbit           : Penerbit Buku Kompas
Tahun terbit     : Cetakan kesembilan, Agustus 2015
Halaman          :418 hlm
ISBN               : 978-979-709-954-1

Resensator       : Zikra Delvira 

0 Comments