Dok. Pribadi


Biodata
Nama : Fadli Hafizulhaq
Hobi : Menulis, blogging
Cita-cita : Pendidik/pengajar
Motto : Pencapaian bukan hanya sekedar tujuan tetapi juga persembahan
Aktivitas : Mahasiswa program doktoral di Ilmu Pertanian, Unand

Organisasi
Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Unand (2010-2015)
Foristek Fakultas Teknik Unand (2010-2012)
Koordinator Rabbani Multiedia Center Forum Kajian Islam Rabbani Unand (2012-2013)
Menteri Informasi dan Komunikasi BEM KM Unand (2014-2015)
Koordinator Kaderisasi Forum Lingkar Pena Sumbar (2016-sekarang)

Jejaknya
Fadli, begitu sapaan akrab dari mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan S3 di Unand ini. Meskipun gelar doktor biasanya dicapai orang-orang di usia 40 tahun ke atas, namun lelaki kelahiran 1992 ini merencanakan akan mendapatkan gelar tersebut di usianya yang ke 27 mendatang. Hal ini tak terlepas dari keberhasilan Fadli mendapatkan beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), beasiswa program pemerintah yang dicanangkan untuk memenuhi kebutuhan akan doktor untuk menjadi tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Hal ini sesuai dengan cita-cita Fadli yang memang berkeinginan menjadi pendidik.

PMDSU merupakan beasiswa sarjana unggulan yang biasanya menggunakan sistem studi fast track (jalur cepat). Seorang awardee atau penerima PMDSU akan melalui masa kuliah S2 sekaligus S3 dalam waktu 4 tahun saja. Padahal normalnya orang-orang menjalani masa S2 selama 2 tahun, dan masa S3 paling cepat 3 tahun.

Menjadi seorang awardee PMDSU sejak 2015 lalu bukannya dilalui Fadli tanpa lika-liku. Dimulai dari penantian pengumuman kelulusan beasiswa selama berbulan-bulan, hingga meneguhkan hati untuk menolak pekerjaan meski belum pasti akan lulus beasiswa. Saat sudah menerima menjadi mahasiswa program PMDSU pun, ia diharuskan untuk bisa mendapatkan IPK 3,5 di tahun pertama, dan jumlah kelulusan Sistem Kredit Semester (SKS) sebanyak 30 agar dapat lanjut ke tahapan berikutnya. Kini, untuk disertasinya Fadli sedang meneliti tentang bioplastik sebagai pengganti plastik sintetis yang sulit untuk diuraikan. Bioplastik tersebut berasal dari serat alam yang disintesis dengan ukuran nano.

Meskipun berkecimpung di dunia akademik, khususnya mengenai mesin dan pertanian, namun Fadli masih giat menekuni hobinya, menulis dan ngeblog. Tulisannya pernah masuk ke media. Ia juga acapkali menjadi pembicara di pelatihan kepenulisan. Kini pun ia aktif sebagai pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) regional Sumbar. FLP sendiri merupakan komunitas kepenulisan dengan anggota yang tersebar di berbagai kota di Indonesia hingga ke Hongkong, Jepang, dan negara lainnya.

Sementara itu untuk hobi blogging sudah ditekuni Fadli sejak 2009. Salah satu blog yang didirikan dan sedang dikelolanya ialah pelajar.me, blog yang bertujuan untuk memberikan panduan dan info pada pelajar dan mahasiswa terkait dunia pendidikan, serta sebagai media kampanye berita-berita positif mengenai pelajar di Indoneia.
Fadli mengungkapkan keprihatinannya akan dunia pendidikan Indonesia, dengan pelajar dan mahasiswa yang menurutnya mengalami krisis kepribadian dan cenderung galau dengan kehidupan belajarnya. Hal tersebutlah yang mendorong Fadli untuk membuat blog pelajar.me.



Meski belum menyelesaikan studinya dan belum menjadi dosen, Fadli setidaknya sudah menjalani peran sebagai pendidik melalui blognya dan sebagai pemateri di berbagai pelatihan menulis. “Negara kita besar dan hebat, sehingga dalam mendidik generasinya juga dibutuhkan orang yang berjiwa besar dan hebat pula. Saya berharap menjadi salah satu dari orang hebat itu, salah satu dari ratusan awardee PMDSU di Indonesia saat ini, yang siap untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik di masa depan nanti,” pungkasnya. (2016)

0 Comments