Dok. Pribadi


Biodata
Nama : Arif Rahman Hakim
Hobi : Menulis, membaca, jalan-jalan dan menonton
Cita-cita : Dosen, penulis, dan pebisnis buku

Prestasi
Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Islami Se-Nasional FISIP Unand
Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Tingkat Mahasiswa Se-Provinsi oleh LPK Unand
Juara 1 Lomba Menulis Puisi Se-Nasional oleh Indoleaders.com
Cerpen Terbaik Gema Syiar Islam ISAT FATETA Unand 2016
Peserta Kongres Bahasa Daerah Nusantara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, di Bandung
Peserta Boardgames for Peace Padang, 2018 sekaligus Agent of Peace
Penulis 20 buku antologi se-nasional
Penulis 4 buku tunggal
Puisi pernah dimuat di Haluan, Rakyat Sumbar dan Genta Andalas
20 Cerpen Terbaik Se-Provinsi yang diadakan Oleh Perpustakaan Provinsi Sumbar
Top 10 Finalis Duta Baca Sumbar 2017
Penulis buku mahasiswa bidikmisi berprestasi Para Pembidik Mimpi yang diterbitkan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Asisten Seniman dalam Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di SMA 1 Pariaman

Organisasi
Ketua OSIS SMK 2 Pariaman tahun 2013
Dewan Ambalan Pramuka SMK 2 Pariaman 2013
Anggota Saka Bhayangkara Polres Pariaman tahun 2012
Ketua Umum Klub SAHARA Pariaman tahun 2015
Koordinator kepenulisan LMJ Sastra Minangkabau tahun 2017
Koordinator KISI FSI FIB Unand 2016
Koordinator Pengmas Gerakan Mahasiswa Pariaman tahun 2017
Anggota Forum Lingkar Pena Sumbar

Jejaknya
Hanya dalam rentang waktu 2,5 tahun sejak menekuni dunia literasi, ia sudah menerbitkan empat buku tunggal dan lebih dari 20 antologi. Ditambah pula dengan beberapa karyanya yang dimuat di media masa. Arif Rahman Hakim, mahasiswa Sastra Daerah Universitas Andalas ini membuktikan bahwa keinginan, kesungguhan, kegigihan dan lingkungan berhasil menjadi pendorong semangatnya dalam berkarya, meski ia tergolong penulis baru.
Pemuda kelahiran Pariaman ini biasa disapa Arif. Di masa sekolah ia bercita-cita menjadi dokter dan seorang akuntan. Namun ketika memasuki bangku kuliah dan menjadi seorang mahasiswa Sastra, ditambah bergabung dengan lingkungan komunitas kepenulisan, ia mulai mengukir dan berjalan ke cita-citanya yang baru: menjadi dosen, penulis, dan pebisnis buku.
Melalui tulisannya, mahasiswa semester enam ini mengaku ingin menyampaikan segala hal yang berkecamuk di pikirannya dan segala hal yang ingin disampaikannya. Mulanya ia menulis tentang kehidupan dan perjuangan anak kuliahan. Hingga kemudian berlanjut ke prosa singkat dan motivasi Islam.

“Awalnya suka menulis karena tergerak melihat senior dan teman-teman banyak yang menulis ketika kuliah,” tuturnya yang mulai bergiat di literasi sejak 2015 ini. Ditambah saat itu dirinya sedang krisis keuangan, sebagai mahasiswa baru dan perantau baru di Kota Padang, ia memiliki banyak keinginan. Namun karena segan untuk meminta ke orangtua, akhirnya ia mencoba mendapatkan uang dengan menulis.

Dari yang hanya coba-coba dan ingin mendapatkan tambahan uang saku, Arif makin termotivasi ketika bergabung di komunitas kepenulisan Klub Sahara dan Forum Lingkar Pena Sumbar. “Karena dikelilingi oleh teman-teman yang satu hasrat dam menulis, semangat itu makin menggebu-gebu,” terangnya.

Pemuda yang seringkali memenangkan berbagai perlombaan menulis ini, makin termotivasi dan terinspirasi oleh salah seorang seniornya di komunitas.
“Kak Mardhiyan Novita MZ, senior di bidang kepenulisan, perintis Klub Sahara dan mahasiswa S2 Sastra UI. Ia senior yang telah memantikkan semangat. Memberi motivasi dan arahan selama Arif berkegiatan menulis.”

Baginya selain berkuliah di sastra, dengan mengikuti komunitas kepenulisan membuatnya mendapatkan ilmu menulis fiksi dan non-fiksi, baca puisi, dan lainnya. Ditambah ada kelas online di komunitas Forum Lingkar Pena Sumbar. Hal itu membuat pengetahuannya bertambah dan wawasannya lebih terbuka.

Hingga kini judul buku tunggalnya yang sudah terbit antara lain: Boyan Kaliang; Sahabat dalam Kaca; Dosa Sepele, Masak Sih?; serta Dua Perempuan yang Bertanya Padaku, tentang Luka dan Air Mata. Buku-buku tersebut terdiri dari kumpulan cerpen dan non-fiksi motivasi Islami.

Buku tunggal pertamanya terbit pada Desember 2015, disusul antologi pertama pada bulan Januari 2016. Sementara itu di media massa, karyanya sudah dimuat di beberapa media lokal dan di tabloid kampus Unand, Genta Andalas. Karya-karya yang telah ditulisnya terdiri dari prosa, puisi, non-fiksi motivasi Islam, kini ia juga sedang menggarap novel.

Tak hanya menerbitkan buku dan memenangi berbagai perlombaan, Arif juga tercatat sebagai salah satu dari 99 penulis buku mahasiswa bidikmisi berprestasi berjudul Para Pembidik Mimpi yang diterbitkan oleh Kemenristekdikti. Ia juga pernah terpilih menjadi Peserta Kongres Bahasa Daerah Nusantara di Bandung dan menjadi Asisten Seniman dalam Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang digawangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di SMA 1 Pariaman.

Kini Arif sedang dalam perjalanan untuk mencapai daftar mimpinya di bidang kepenulisan. “Sebelum bergelar S. Hum ingin menerbitkan lima buku tunggal. Juga ingin sekali novel karya Arif difilmkan dan dipasarkan hingga luar negeri,” ujarnya.
“Serta ingin bisa jalan-jalan ke luar negeri karena menulis.”

Menurut Arif, orangtuanya semula tidak begitu mengizinkan untuk ikut dalam komunitas, disebabkan karena khawatir Arif begitu sibuk berkegiatan di luar dan sering pulang malam. Namun begitu mengetahui karya-karya anaknya, orangtua dari Top 10 Duta Baca Sumbar 2017 ini pun mengizinkan dan merasa bahagia sekali.

Arif mengaku awalnya ia menulis karena ingin saja. Namun setelah berbagai tulisannya muncul, orang tua menjadi motivasi terbesar. “Arif ingin nama orang tua ada dalam buku dan ditulis spesial,” pungkasnya.

0 Comments